Tampilkan postingan dengan label Wisata Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Medan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2016

Green Hill Park City - Sumatera Utara

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36




Green Hill Park City - Sumatera Utara
Green Hill Park City - Sumatera Utara

Theme park alias taman hiburan, tidak hanya ada di Jakarta, Bandung atau Makassar saja. Di luar kota Medan pun ada taman hiburan dan merupakan yang terbesar
di Sumatera. Silakan datang ke Hillpark Sibolangit!
Theme park yg berada di kab.Deli Serdang, Kec. Sibolangit dengan view ke arah pegunungan di Tanah Karo. Cuma berjarak 45Km dr Medan (ke arah Brastagi) dan 15 Km dr Mikie Holiday Funland & Resort sbg pesaingnya.

Dari situs resminya, Hillpark Sibolangit mengklaim sebagai taman hiburan yang terbesar di Pulau Sumatera. Aneka wahana pun dibagi ke dalam 3 zona yaitu Lost

City, Toon Town, dan The Heritage.
Sekitar 30 wahana yang dibagi ke dalam zona-zona tersebut, Masing-masing zona berbeda temanya. The Heritage menampilkan suasana kastil negeri dongeng, indoor games dengan aneka permainan ketangkasan, Theatre 4D, toko
makanan, es krim dan suvenir.

Green Hill Park City - Sumatera Utara
Green Hill Park City - Sumatera Utara

Lost City bertemakan suasana purbakala dengan bebatuan besar dan fosil Dinosaurus. Wahana favorit adalah roller coaster Gelegar, Kincir Raksasa dan Kereta Hillpark.

Toon Town beda lagi. Di sini adalah tempatnya anak-anak bermain dengan area penuh warna. Di sini ada Kincir Mini, Mini Bom-bom Car dan Tree House Selain itu, masih ada lagi Camelot Hall. Ini merupakan amphiteathre berkapasitas 1.200 orang. Di tempat ini ini biasanya digelar konser dan atraksi menarik dilengkapi dengan teknologi dan tata suara berkualitas.
Berapa sih tiket masuknya? "Rp 10 ribu untuk tiket masuk saja atau Rp 45 ribu tiket terusan untuk 15 kali permainan," kata Lina.

Green Hill Park City - Sumatera Utara
Green Hill Park City - Sumatera Utara

Kalau membeli ketengan, harga setiap wahana bervariasi. Paling mahal adalah bioskop 4D Rp 35 ribu, paling murah adalah permainan ketangkasan Rp 1.500 per
koin. Ssst, Hillpark Sibolangit punya promosi khusus.

Green Hill Park City - Sumatera Utara
Green Hill Park City - Sumatera Utara
"Kalau datang minimal 40 orang ada diskon 10 persen, kalau datang 200 orang diskon 20 persen," kata Lina.
Green Hill Park City - Sumatera Utara
Green Hill Park City - Sumatera Utara
Hillpark Sibolangit buka setiap hari pukul 09.00-18.00 WIB. Oh ya, semua harga yang disebutkan di atas berlaku pada 1 Oktober-16 Desember 2012. Mulai 17 Desember 2012 berlaku harga baru menyambut peak season akhir tahun, dengan kenaikan 10-25 persen dari harga sekarang.

Tunggu apa lagi! Kalau sudah kenyang jalan-jalan dan belanja di Medan, saatnya pergi ke Sibolangit untuk memacu adrenalin dan bersuka ria dengan keluarga di Hillpark Sibolangit.
Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36

Taman Rekreasi Dewi Sibolangit

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36



Taman Rekreasi Dewi Sibolangit ini mulai dibangun pada tanggal 7 Maret 1996 dan di selesaikan selama 1 tahun dan selanjutnya dibuka secara bertahap. Taman ini diresmikan dan beroperasi setelah pembangunan tahap pertama pada tanggal 7 Maret 1997. Taman ini dibangun oleh pemilik bernama Hasan Hasanuddin. Taman ini dikatakan unik karena bangunannya banyak diilhami oleh ide-ide/kreasi pemiliknya yang bersifat religi dan berpendidikan (education). Ide/kreasi pembangunan taman tersebut diwujudkan dari pengalaman perjalanan wisata pemiliknya baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga apa yang disajikan sangat menarik dan tidak membosankan. Taman rekreasi Sibolangit juga telah mendapat penghargaan ditingkat nasional sebagai objek wisata yang bernuansa lingkungan

Tjong Afie - Situs sejarah Kota Medan

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36



Tjong Afie - Situs sejarah Kota Medan
Tjong Afie - Situs sejarah Kota Medan
Merupakan rumah tua yang merupakan peninggalan Tjong Afie  dengan desain perpaduan Tionghoa Melayu dan Eropa. Disini kita bisa menikmati sejarah kehidupan , mempelajari budaya perpaduan Melayu dan Tioghoa serta peningalan yang bersejarah baik itu lukisan, maupun perabitan rumah tangga keluarga Tjong Afie. Lokasi Tjong Afie  di Jl. Ahmad Yani Kesawan Medan dan mudah untuk ditemukan, tak jauh dari Merdeka Walk.


Rumah ini berasal dari nama pemilik rumah ini. Tjong A Fie (1860-1921) adalah seorang banker yang dating dari Cina dan berhadil membangun bisnis perkebunan besar, pabrik kelapa sawit, pabrik gula, perusahaan kereta api di sekitar Medan, seorang pengusaha yang memiliki lebih dari 10.000 karyawan. Tjong A Fie tertutup kepada masyarakat, Sultan Deli dan Kolonial Belanda. Pada tahun 1911, ia diangkat menjadi Kapitan Cina atau Mayor der Chinezeen (istilah Belanda) yang berarti wakil tertinggi masyarakat Tionghoa di Medan. Tjong A Fie adalah symbol sukses cerita imigran Cina di hari Deli perintis.

Tjong Afie - Situs sejarah Kota Medan
Tjong Afie - Situs sejarah Kota Medan
 Ia berasal dari Kanton pada tahun 1875, dengan beberapa potong dijahit perak pada sabuknya dan membuat kekayaannya di Pantai Timur Sumatera dalam waktu singkat dalam industri perkebunan. Pada saat dia meninggal pada tahun 1921, Tjong A Fie telah menjadi tokoh legendaris. Di Penang, ada Cheong Fatt Tze Mansion yang terlihat persis sama sama dengan tinggal Tjong A Fie. Cheong Fatt Tze adalah paman Tjong A Fie. Kedua nya bekerja sama dalam banyak bisnis dan Tjong A Fie membangun rumah menyerupai pamannya. Rumah di Penang telah dibuat menjadi sebuah hotel yang bersejarah.

Rumah Tjong A Fie dibangun pada tahun 1895 dan selesai pada tahun 1900. Memiliki ukiran kayu yang cantik dan fitur dengan dua singa batu duduk di pintu masuk. Memiliki 40 kamar, dalam campuran gaya China, Melayu dan Eropa. Pengaruh arsitektur Melayu dapat dilihat dalam deretan jendela, pintu, dinding dan itu dicat dengan warna kuning dan hijau.

Tjong Afie - Situs sejarah Kota Medan
Tjong Afie - Situs sejarah Kota Medan
Pengaruh Cina dapat dilihat dalam ornamen ukiran dan lukisan di langit-langit. Disandingkan dengan desain oriental keseluruhan elemen desain Eropa dan Art Nouveau termasuk kolom beton dengan modal hias, dan chandelier  tergantung dari langit-langit. Berdiri di samping ornamentasi Barat ini adalah sebuah altar leluhur tradisional Cin, ukiran dan pintu kayu disepuh kerrawang, dan chien nien porselen bekerja penuh warna. Di dalam Rumah Tjong A Fie, kita jatuh seolah-olah kita sudah kembali pada pergantian abad terakhir.

Istana Maimun

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36



Istana Maimun
Istana Maimun
Istana Maimon adalah salah satu istana yang paling indah masih ada di Indonesia. unik arsitektur dan desain interior yang Mewah memberikan karakter yang khas. Istana Maimun ini dibangun oleh Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana Maimon yang dibangun oleh desain dari seorang arsitek Italia pada 1888. Sebagai warisan Kesultanan Melayu, Deli, Istana.

Maimun didominasi warna kuning, Melayu yang khas. Istana Maimoon dibangun di atas lahan seluas 2772 m persegi di pusat kerajaan Deli, sekarang Jalan Brigjen Katamso, Medan. Istana Maimon menjadi pilihan tempat Wisata Karena keindahan dan Kemegahan yang di bangun pada Jaman Dahulu.   


Istana Maimun terdiri dari dua lantai terbagi dalam tiga bagian, bangunan utama, sayap kiri sayap dan kanan. Di depan, sekitar 100 meter, berdiri Masjid Al-Maksum dikenal sebagai Masjid Raya Medan. Di ruang tamu (ruang utama), Anda akan menghadapi takhta yang didominasi oleh warna kuning. Kristal lampu di atas takhta itu, bentuk pengaruh budaya Eropa. Efek yang sama muncul di pengadilan furnitur seperti kursi, meja, toilet dan lemari dan pintu, yang mengarah ke aula. Ruangan seluas 412 meter persegi digunakan untuk agenda penobatan Sultan Deli atau tradisional. Hall juga digunakan sebagai tempat Sultan menerima pujian dari kerabat dan keluarga di hari libur Islam.

Istana Maimun
Singgasana  Sultan Maion

Istana Maimun, terkadang disebut juga Istana Putri Hijau, merupakan istana kebesaran Kerajaan Deli. Istana ini didominasi warna kuning, warna kebesaran kerajaan Melayu. Pembangunan istana selesai pada 25 Agustus 1888 M, di masa kekuasaan Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sultan Makmun adalah putra sulung Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan.


Meriam puntung.
Bagi para pengunjung yang datang ke istana, mereka masih bisa melihat-lihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata. Di sini, juga terdapat meriam buntung yang memiliki legenda tersendiri. Orang Medan menyebut meriam ini dengan sebutan meriam puntung.


Istana Maimun
 meriam puntung.

Kisah meriam puntung ini punya kaitan dengan Putri Hijau. Dikisahkan, di Kerajaan Timur Raya, hiduplah seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Hijau. Ia disebut demikian, karena tubuhnya memancarkan warna hijau. Ia memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Suatu ketika, datanglah Raja Aceh meminang Putri Hijau, namun, pinangan ini ditolak oleh kedua saudaranya. Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mambang Yasid. Saat tentara Aceh hendak masuk istana menculik Putri Hijau, mendadak terjadi keajaiban, Mambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak membabi-buta tanpa henti. Karena terus-menerus menembakkan peluru ke arah pasukan Aceh, maka meriam ini terpecah dua. Bagian depannya ditemukan di daerah Surbakti, di dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.

Terlepas dari pro kontra dalam menyikapi perilaku tersebut, saya hanya melihat dari sisi pariwisata. Segala macam bentuk daya tarik dari suatu tempat atau budaya harus terus diberdayakan agar tetap lestari

  sumber : helmitamb.blogspot.com

Candi Bahal-Sumatera Utara

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36


Candi Bahal
Candi Bahal
Sumut-Candi-BahalJejak Budha di Provinsi Sumatera Utara, berlokasi di Kabupaten Padang Lawas, sekitar 400 km dari Kota Medan. Candi ini disebut juga Candi Portibi dan diperkirakan sezaman dengan Candi Muara Takus di Riau yakni sekitar abad XII. Lokasinya di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara atau sekitar 3 jam perjalanan dari Padang Sidempuan.


Candi Bahal I mempunyai panjang 9 meter dan lebar sekitar 8 meter yang berbentuk persegi enam. Di area candi juga terlihat ada empat arca, namun sayang arca tersebut hanya tinggal dua yang masih utuh yaitu arca berbentuk Singa sedangkan dua lagi sudah hancur meninggalkan bekas. Candi Bahal I mempunyai ketinggian kurang lebih 15 meter dengan dua tingkatan lantai. Untuk naik ke tingkat atas harus naik melalui tangga, 7 anak tangga tingkat pertama dan 5 anak tangga ditingkat kedua. Disebelah kiri dan kanan pintu masuk ke puncak candi terlihat ada dua gambar lukisan setengah badan yang berbentuk kaki dan punggu manusia. Pada bagian tengah bangunan utama terdapat ruang kosong dengan merucut ke atas dengan luas 2,6 m x 2,6 m yang fungsi sebagai tempat pemujaan.

Selain itu di dinding juga terdapat pahatan gambar yang berbentuk manusia yaitu didinding samping kiri dan kanan. Seluruh bangunan Candi Bahal I terbuat dari batu bata yang sudah dipugarkan.
Jika diperhatikan akan terdapat perbedaan antara Candi bahal I dengan Candi-Candi lain yang ada di Pulau Jawa. Jika candi-candi di Jawa Timur dan jawab Barat dibangun dengan posisi menghadap ke Barat sedangkan candi Bahal I dibangun dengan posisi menghadap ke Tenggara dengan sudut lebih kurang 138 derajat. Yang berbedan lainnya adalah candi Bahal I tidak lagi digunakan sebagai tempat ibadah seperti candi-candi yang ada dipulau jawa yang sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat beribadah oleh umat Hindu.

Candi Bahal diyakini sudah ada sejak abad ke XII masehi didirikan oleh Raja Rajendra Cola yang menjadi Raja Tamil Hindu Siwa, di India Selatan dan diperkirakan sudah berusia ribuan tahun. Kerajaan Portibi merupakan kerajaan yang unik yaitu dari segi namanya yaitu Portibi. Portibi dalam bahasa Batak artinya dunia atau bumi.

Candi Bahal diyakini sudah ada sejak abad ke XII masehi yang semasa dengan candi Muara Takus di Riau, data yang dijadikan acuan pakar sejarah adalah tulisan-tulisan kuno pada prasasti-prasasti yang ditemukan di situs ini seperti prasasti Gunung Tua. Prasasti Gunung Tua merupakan prasasti tertua yang ditulis dalam bahasa aksara Jawa Kuno dan bahasa Melayu Kuno.

Candi di desa Bahal ini adalah tiga di antara 26 runtuhan candi yang tersebar seluas 1.500 km² di kawasan Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Karena lokasinya di tengah persawahan yang sangat luas, penduduk setempat sering menyebut kompleks Candi Bahal dengan nama Candi Padang Lawas atau ‘candi di padang Iuas’. Kompleks Candi Bahal terdiri dari tiga buah candi yang masing-masing terpisah sekitar 500 meter. Beberapa kilometer dari candi ini ada pula kompleks Candi Pulo.

VIHARA GUNUNG TIMUR

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36


VIHARA GUNUNG TIMUR
VIHARA GUNUNG TIMUR
Vihara Gunung Timur adalah kelenteng Tionghoa (Taoisme) yang terbesar dan tertua di Kota Medan, Indonesia dan mungkin juga di pulau Sumatra. Kelenteng ini dibangun pada tahun 1930-an. Vihara Gunung Timur ini terletak di Jalan Hang Tuah, sekitar 500 meter dari Kuil Sri Mariamman dan berada di sisi Sungai 
Babura Medan. Umumnya umat Budha bersembahyang ke vihara ini setiap hari. Vihara ini juga untuk acara ritual lainnya dalam Agama Budha seperti memperingati hari Ulang Tahun SIDHARTA GAUTAMA sebagainya.

Medan.tidaklah mengherankan terdapat banyak tempat peribadatan penganut agama konghucu dan  
juga merupakan salah satu tempat dimana banyak saudara-saudara kita dari Komunitas Tionghoa bermukim disana seperti di Jakarta,surabaya,semarang dll yang membentuk komunitas yang khas yang dikenal dengan China   disini salah satu klenteng/vihara yang tidak boleh terlewatkan saat mengunjungi kota medan adalah Vihara Gunung timur.Vihara Gunung Timur merupakan vihara terbesar tidak hanya di kota medan tetapi juga vihara terbesar di pulau sumatera.Vihara ini sendiri dibangun pada tahun 1930 an berarti hingga kini usianya sudah lebih dari 70 tahun.Vihara Gunung Timur terletak di Jl.Hang Tuah dan berada persis di Tepi sungai babura yang memebelah kota medan.pemilihan lokasi ini mungkin atas dasar pertimbangan fengshui dimana menurut Fengshui bangunan yang terletak dekat sungai/air yang mengalir akan membawa keberuntungan.meski merupakan tempat beribadah tidaka ada larangan bagi penganut agama lain untuk datang dan berfoto di kawasan klenteng.

 Alamat :
Jalan Hang Tuah, Medan, Sumatera Utara 

Bukit Doa, Tempat Wisata Sekaligus Religi

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36


Bukit Doa, Tempat Wisata Sekaligus Religi
Bukit Doa, Tempat Wisata Sekaligus Religi

Deretan pepohonan cemara di tengah kesejukan udara menyambut orang-orang yang datang saat memasuki kabupaten Dairi, Sumatera Utara.



Ada tempat wisata religi nan indah bagi umat kristiani. Yaitu Taman Wisata Iman.

Dengan harga tiket Rp 5.000, Anda bisa menikmati keindahan alam sambil merefleksikan kisah hidup Yesus Kristus. Anda juga bisa mengenang kisah sengsara Yesus dengan mengikuti prosesi doa Jalan Salib.

Jadi, di Taman Iman nan indah, Anda bisa melantunkan doa sambil menikmati keindahan pemandangan alam pegunungan. Tempat itu juga biasa disebut dengan nama Bukit Doa.

Bila Anda sedang melancong ke Sumatera Utara, tak ada salahnya untuk mampir ke Bukit Doa. Karena selain dapat berwisata, juga tetap bisa berdoa.

Masjid Raya al-Ma`shun (Masjid Raya Medan)

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36


Masjid Raya al-Ma`shun (Masjid Raya Medan)
Masjid Raya al-Ma`shun (Masjid Raya Medan)



Masjid Raya al-Ma`shun Medan terletak di Kelurahan Aur,Kecamatan MedanBaru,Kotamadia Medan, kira-kira 3 km dari bandara Polonia,dan 28 km dari pelabuhan Belawan.Di sebelah barat dibatasi dengan jalanMahkamah,disebelah utara dibatasi dengan jalan Masjid,serta diselatan terdapat pemukiman yang dibatasi oleh jalan Sipiso-piso.Bangunan masjid berdiri di atas sebidang tanah yang cukup luas meliputi 13.200 m2.Masjid menghadap ke arah timur dan dikelilingi oleh pagar dari besi setinggi 1 m. Areal masjid merupakan sebuah kompleks yang terdiri atas bangunan pintu gerbang di sisi timur Taut dan tempat wudhu di sisi timur. Di sebelah barat laut dan barat daya terdapat



Deskripsi BangunanBila kita akan memasuki Masjid Raya al-Ma’shun Medan harus melalui gapura. Gapura ini memiliki dua bush ruangan yang terdapat pada sayap kiri dan kanan gapura. Ruangan ini sekarang difungsikan sebagai kantor pengurus masjid. Setelah kita memasuki gapura, di halaman masjid akan dijumpai bangunan induk, di sisi timur terdapat bangunan tempat wudhu, dan di sisi utara dijumpai pondasi berbentuk lingkaran yang difungsikan sebagai taman, serta di sisi barat Taut masjid terdapat menara masjid. Bangunan Masjid Raya Medan dikelilingi saluran air selebar 0,5 m, dan dalam 0,5 m. Bangunan masjid ini berdiri di atas pondasi masif dan pejal dengan ketinggian 2,3 m dari permukaan tanah. Fondasi terbuat dari tembok.Denah masjid berbentuk persegi delapan (oktagonaf).Ruangan-ruangan dalam bangunan induk terdiri atas serambi dan ruang utama masjid.

SerambiUntuk memasuki serambi pada bangunan induk melalui tangga dengan 13 anak tangga yang terletak pada sisi-sisi timur laut, tenggara, dan barat laut. Tangga ini berukuran lebar 4 m, tinggi 18 cm, terbuat dari bahan marmer berwarna putih. Serambi mengelilingi ruang utama masjid yang berfungsi sebagai tempat shalat. Bangunan serambi terletak di sebelah barat, timur, utara, dan selatan berbentuk seperti lorong dan denahnya masing-masing berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 18 × 3 m. Pada sudut tenggara, timur taut, barat taut, dan barat daya terdapat serambi yang lebih tertutup, mempunyai ruangan berbentuk persegi delapan dengan keempat sisi yang panjang berukuran 6 m, dan empat sisi pendek berukuran 3 m.

Antara serambi yang terdapat di sebelah barat, timur, utara, dan selatan dengan serambi yang terletak di sudut-sudut terdapat lengkung ladam kuda yang bulat dengan ukuran tinggi sampai ke puncak lengkungan 3 m dan lebar 2 m. Serambi-serambi yang terletak di sudut masing­masing memiliki satu buah pintu masuk yang terbuat dari kayu dan berhiaskan geometris. Selain pintu, masing-masing juga memiliki dua buah jendela yang berhias. Sebelum memasuki serambi lebih dulu harus melalui pintu yang terdapat di sudut timur taut yang merupakan pintu depan/utama. Pintu yang lain terletak di sudut tenggara (pintu samping), dan sudut barat daya (pintu belakang masjid). Pintu-pintu ini berbentuk lengkungan tiga. Pada sisi luar serambi utama, timur, selatan, dan barat masing-masing terdapat deretan sembilan buah tiang yang dihubungkan satu sama lain serta disusun secara horizontal. Tiang ini berdiameter 30 cm dan keliling 94,2 cm, tinggi 3 m. Bagian dasar (lapik tiang base) berbentuk bujur sangkar dengan sisi 45 cm, dan tinggi 10 cm. Di atasnya terdapat pelipit setengah lingkaran yang berbentuk sisi persegi delapan dengan tinggi 10 cm.Bagian puncak berbentuk bujur sangkar dengan sisi 45 cm dan tinggi 25 cm,dihias dengan pelipit rata dan lekukan-lekukan yang terdapat pada setengah bagian puncak hingga 15 cm dari atas colum (bagian atas tiang atas). Lantai pada serambi timur, barat, selatan, utara dari tegel disusun secara memanjang. Bentuk tegelnya bujur sangkar dengan sisi berukuran 15 cm dan berbentuk oktagonal dengan sisi­sisi 5 cm. Demikian juga lantai pads serambi di sudut tenggara, barat daya, barat laut, dan timur laut masjid bentuknya sama dengan serambi-serambi tersebut.

Ruang utamaDinding serambi bagian dalam merupakan dinding pembatas antara ruang serambi dan ruang utama masjid. Ruang utama masjid merupakan ruang bagian dalam masjid, memiliki dinding berdenah persegi delapan dengan ketinggian 11,5 m. Pada sisi timur, selatan, barat dan utara dinding ini masing-masing memiliki satu buah pintu masuk yang terbuat dari kayu serta di sisi kiri dan kanan pintu ini terdapat dua bush jendela yang terbuat dari kaca berhias (starnet glass). Pada sisi tenggara, timur laut, barat daya dan barat laut ruang utama masjid terdapat satu buah pintu masuk ke ruang utama terbuat dari kayu. Pintu ini berbentuk empat persegi panjang lebar 2 m, dan tinggi 3 m. Daun pintu ini berhiaskan pola geometris. Selain itu, pada dinding ruang utama masjid terdapat delapan bush jendela kaca yang berhias, masing-masing dua buah pada setiap dinding timur, selatan, barat, dan utara. Jendela ini berukuran lebar 0,5 m dan tinggi sampai kemuncak lengkungan 1,2 m, terdapat pada dinding ruang utama masjid sisi timur, barat, selatan, barat dan utara masing-masing empat buah. Di dalam ruang utama masjid terdapat tiang, mihrab, mimbar, dan mimbar kedua (dikba).

MihrabMihrab adalah sebuah ruangan di dalam masjid tempat imam shalat, terletak di sisi barat taut masjid sebagai tanda arah kiblat. Mihrab ini berupa relung berbentuk lengkungan ladam kuda yang runcing dan menjorok ke depan sekitar 95 cm. Bahan mihrab dari marmer berwarna hijau dan krem. Ukuran mihrab lebar 2,5 m dan tinggi sampai ke puncak lengkungan 5,5 m. Di sisi kanan luar mlhrab terdapat dua buah tiang semu terbuat dari manner. Di bawah relung mihrab juga terdapat tiang tiang semu (pilaster) yang menonjol dan berderetan berjumlah sepuluh buah dengan ukuran tinggi 34 cm. Pada bagian atas pilaster dihubungkan dengan deretan lengkungan-lengkungan kecil yang tingginya 10 cm.

MimbarDi dalam ruang utama bangunan induk terdapat dua mimbar yakni mimbar I terletak di sebelah barat taut, tepatnya di sebelah kiri mihrab dan mimbar 11 terletak di sebelah timur. Mimbar I berdenah empat persegi panjang dengan ukuran panjang 4,5 m, lebar I m. Tinggi mimbar sampai ke puncak ± 6 m. Tinggi kaki mimbar 18 cm dari permukaan. Untuk memasuki mimbar melalui sembilan anak tangga. Di ujung kanan kiri tangga terdapat dua buah tiang yang berukuran tinggi 1,26 m dan terbuat dari marmer. Pipi tangga terbuat dari kayu, terdiri atas tiang tiang kayu yang disambungkan dengan lengkungan berbentuk melingkar-lingkar dari ujung anak tangga yang pertama sampai kesembilan dengan ketinggian 1,16 m. Tubuh mimbar terbuat dari manner berwarna kuning gading. Atap mimbar berbentuk kubah ditopang oleh delapan tiang berbentuk silinder dengan tinggi I m. Antara tiang satu dengan tiang lainnya dihubungkan dengan lengkungan. Pada bagian puncak kubah mimbar terdapat hiasan kemuncak atap. Atap dan tiang mimbar terbuat dari bahan tembaga dan pada bagian dalam diukir dengan motif pilin berganda dan daun-daunan.

Mimbar 11 ini disebut dikba, merupakan tempat wakil imam (bilal) untuk mengulang ucapan-ucapan imam dalam saat-saat tertentu, juga untuk tempat azan.yang kedua, membuka acara shalat (khusus shalal Jum’at) dengan membaca ayat­ayat al-Qur’an. Dikba merupakan bangunan yang terbuka tanpa atap dan mempunyai dua buah tangga naik berbentuk melingkar yang saling berhubungan. Tangga dikba berpagar setinggi 60cm merupakan pipi tangga. Di bawah tangga terdapat pilar yang berfungsi sebagai penayngga. Pilar bagian bawah setinggi 35 cm dan berdiameter I m berbentuk oktagonal dengan pelipit rata yang makin ke atas makin mengecil dan dihiasi geometris. Pilar bagian tengah berbentuk oktagonal dengan garis tengah I m dan tinggi 50 cm. Bagian mil dihiasi dengan panil yang berbentuk persegi panjang dan geometris, serta pelipit rata. Pelipit-pelipit ini makin ke atas makin mengecil. Pilar bagian atas berbentuk oktagonal dan disekelilingnya terdapat 16 tiang berbentuk silinder yang disambungkan dengan lengkungan. Tinggi tiang 50 cm dan di atasnya terdapat pelipit-pelipit yang makin ke atas makin membesar.

Latar SejarahMasjid Raya Al Ma’shun Medan yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga Kerajaan Sultan Deli ini didirikan pada tanggal 21 Agustus 1906. Arsiteknya T.H. van Erp dari Belanda adalah seorang perwira Zeni Angkatan Darat KNIL, juga banyak mendesain bangunan-bangunan besar di Jakarta. Nama al-ma’shun berarti “masjid yang mendapat pemeliharaan dari Allah SWT”. Pembangunan masjid selesai dalam tiga tahun. Peresmian pernakaiannya bertepatan dengan hari dilaksanakan shalat Jum’at yang dihadiri oleh pembesar-pembesar kerajaan termasuk Sri Paduka All Ma’shun, Tuanku Sultan Amis, Abdul Jalal Rakhmadsyah dari Langkat dan Sultan Sulaiman Alamsyah dari negeri Serdang. Pada masa lalu masjid ini merupakan tempat shalat Jum’at satu-satunya di wilayah Kesultanan Deli. Hal ini menunjukkan bahwa Masjid Raya al-Ma’shun Medan merupakan. masjid Kesultanan tetapi tidak terdapat tempat sembahyang khusus untuk Sultan (maksurah) seperti pada umumnya masjid-masjid Kesultanan.

Pada tahun 1970 M dilakukan pengecatan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata pada bagian luar dengan menyesuaikan wama aslinya. Tahun 1991 dilaksanakan perbaikan yang meliputi perbaikan jalan, taman, pekarangan, halaman, dan pergantian bola-bola lampu yang rusak. Perbaikan ini dilakukan oleh Proyek Rehabilitasi, Dinas Bangunan Kotamadia Daerah Tingkat II Medan.mimbar berbentuk kubah ditopang oleh delapan tiang berbentuk silinder dengan tinggi I m. Antara tiang satu dengan tiang lainnya dihubungkan dengan lengkungan. Pada bagian puncak kubah mimbar terdapat hiasan kemuncak atap. Atap dan tiang mimbar terbuat dari bahan tembaga dan pada bagian dalam diukir dengan motif pilin berganda dan daun-daunan. Mimbar 11 ini disebut dikba, merupakan tempat wakil imam (bilal) untuk mengulang ucapan-ucapan imam dalam saat-saat tertentu, juga untuk tempat azan.yang kedua, membuka acara shalat (khusus shalal Jum’at) dengan membaca ayat­ayat al-Qur’an. Dikba merupakan bangunan yang terbuka tanpa atap dan mempunyai dua buah tangga naik berbentuk melingkar yang saling berhubungan.

Tangga dikba berpagar setinggi 60cm merupakan pipi tangga. Di bawah tangga terdapat pilar yang berfungsi sebagai penayngga. Pilar bagian bawah setinggi 35 cm dan berdiameter I m berbentuk oktagonal dengan pelipit rata yang makin ke atas makin mengecil dan dihiasi geometris. Pilar bagian tengah berbentuk oktagonal dengan garis tengah I m dan tinggi 50 cm. Bagian mil dihiasi dengan panil yang berbentuk persegi panjang dan geometris, serta pelipit rata. Pelipit-pelipit ini makin ke atas makin mengecil. Pilar bagian atas berbentuk oktagonal dan disekelilingnya terdapat 16 tiang berbentuk silinder yang disambungkan dengan lengkungan. Tinggi tiang 50 cm dan di atasnya terdapat pelipit-pelipit yang makin ke atas makin membesar.

Latar SejarahMasjid Raya Al Ma’shun Medan yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga Kerajaan Sultan Deli ini didirikan pada tanggal 21 Agustus 1906. Arsiteknya T.H. van Erp dari Belanda adalah seorang perwira Zeni Angkatan Darat KNIL, juga banyak mendesain bangunan-bangunan besar di Jakarta. Nama al-ma’shun berarti “masjid yang mendapat pemeliharaan dari Allah SWT”. Pembangunan masjid selesai dalam tiga tahun. Peresmian pernakaiannya bertepatan dengan hari dilaksanakan shalat Jum’at yang dihadiri oleh pembesar-pembesar kerajaan termasuk Sri Paduka All Ma’shun, Tuanku Sultan Amis, Abdul Jalal Rakhmadsyah dari Langkat dan Sultan Sulaiman Alamsyah dari negeri Serdang. Pada masa lalu masjid ini merupakan tempat shalat Jum’at satu-satunya di wilayah Kesultanan Deli. Hal ini menunjukkan bahwa Masjid Raya al-Ma’shun Medan merupakan. masjid Kesultanan tetapi tidak terdapat tempat sembahyang khusus untuk Sultan (maksurah) seperti pada umumnya masjid-masjid Kesultanan. Pada tahun 1970 M dilakukan pengecatan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata pada bagian luar dengan menyesuaikan wama aslinya. Tahun 1991 dilaksanakan perbaikan yang meliputi perbaikan jalan, taman, pekarangan, halaman, dan pergantian bola-bola lampu yang rusak. Perbaikan ini dilakukan oleh Proyek Rehabilitasi, Dinas Bangunan Kotamadia Daerah Tingkat II Medan.

F.N sumber buku msjd kuno ditjen kebudayaan depdikbud.
http://kemenag.go.id/ 

Selasa, 26 Juli 2016

Graha Bunda Maria Annai Velangkanni

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36


Graha Bunda Maria Annai Velangkanni
Graha Bunda Maria Annai Velangkanni

Pada awalnya tempat itu diperuntukkan bagi umat Katolik Tamil yang ada di Medan akan tetapi dalam perkembangannya semua umat Katolik dapat datang dan berziarah disitu tanpa batas asal-usul ataupun ras karena sesungguhnya tempat itu dipersembahkan bagi seluruh umat Katolik dan juga sebagai objek wisata bagi negara-negara tetangga yang datang ke Medan. Bentuk bangunan yang menjulang, kontras dengan keadaan bangunan sekitarnya sehingga keberadaannya sangat menarik perhatian. Bangunannya dipenuhi dengan ornamen dan lukisan baik disebelah dalam maupun diluar punya makna tersendiri sehingga secara keseluruhan bangunannya dipenuhi oleh simbol-simbol yang penuh makna,Medan, Sumatera Utara .



Gereja  ini digagas oleh Pastor James Bharata Putra, SJ dan diresmikan oleh Uskup Medan, Mgr. Pius Batubara. Tempat ini dibangun mulai dari tahun 2001 dan selesai pembangunan pada tahun 2005. Di bangun dengan bantuan dari Wisatawan local, dari India, Singapura dan Malaysia merupakan pengunjung tempat ini dan soal biaya pembangunan Gereja ini adalah 60 persen dananya berasal dari dalam negeri, 30 persen dari Singapura, selebihnya dari Malaysia, Dubai, dan lain-lain. Bangunan utama gereja berbentuk menara yang terdiri dari dua tingkat.

Gereja Annai Velangkanni, Medan
Lantai dasar dijadikan aula dan lantai atas dipakai sebagai ruang ibadah. Kubah gereja berjumlah tiga melambangkan konsep ketuhanan Trinitas dalam agama. Menara yang terdiri dari tujuh jenjang melambangkan tujuh tingkatan surga. Gereja ini dilengkapi dengan kapel untuk berdoa kepada Maria, kapel untuk mengenang Paus Yohannes Paulus II, serta asrama untuk umat Katholik yang ingin menginap di dekat gereja. Gereja ini terbuka untuk semua umat Katholik, bukan hanya untuk bangsa Tamil saja. Gereja ini memberikan pengabdiannya kepada Bunda Maria yang telah lama menampakkan dirinya di pesisir desa Velangkanni, Tami Nadu, India sekitar abad 17. Nama Annai Velangkani diambil dari bahasa India. Annai yang berarti bunda dan Velangkanni adalah desa di mana Bunda Maria menampakkan diri. Penampakan ini menjadi latar belakang dibangunnya gereja Katolik berarsitektur Mogul, ciri khas kuil-kuil di India. Saat masuk kedalam gereja, pengunjung akan terkesima

Desain Interior didalam Gereja
dengan arsitektur yang dibuat begitu indahnya, gambar-gambar dan lukisan berwarna-warni yang memberikan kesan indah dan damai. Pada dinding-dinding gereja, terdapat relief-relief yang menceritakan peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Bangunan ini terdiri dari dua tingkat, tingkat pertama adalah aula, tempat untuk beribadah, dan di tingkat kedua, terdapat patung Annai Velangkanni dan puteranya, yang didatangkan langsung dari India. Uniknya, tersedia juga komplek graha untuk menginap bagi pengunjung yang rumahnya jauh. Ada juga tempat di dekat gereja yang disediakan untuk bermain anak-anak. Area parkirnya pun luas dan bersih, sehingga terkesan nyaman. Saat anda memasuki gereja ini, suasana tenang pun langsung terasa, sehingga anda dapat berdoa dengan hikmat. Menurut sejarahnya “Gua Maria’ ini meniru aslinya di India, yang mengingatkan akan penampakan Bunda Maria pada abad ke-16, ketika seorang ibu (annai) yang disembuhkan penyakitnya oleh Bunda Maria di desa Velangkanni yang terletak di pesisir selatan India. Oleh karena itu, Gua Maria di India tersebut dinamakan Lourdes Timur. Tempat ziarah Maria Annai Velangkanni terletak di selatan kota Madras, di pantai Teluk Benggala, tenggara India.

Gereja Annai velangkanni
Di sini, Ibu Maria diberi gelar Bunda Penyembuh. Tempat ini mulai dikenal sejak sekitar akhir abad ke-16. Penampakan yang terjadi di sini sudah mendapat pengakuan dari Gereja Katolik. Multikultural Gereja Annai Velangkanni mulai dapat Terlihat melalui struktur bangunan nya  yang banyak terdapat tanda- tanda atau simbol- simbol yang beragam tidak hanya dari batak toba tetapi juga karo yang dapat di lihat di pintu masuk gereja Annai Velangkanni tersebut. Pintu gerbang masuk dihiasi miniatur rumah adat Batak Toba dan Karo menandakan tidak ada perbedaan suku, bangsa, bahasa, dan kepercayaan disini melainkan menciptakan Multikultural . Di tiang sebelah kanan gapura ada ukiran seorang wanita sedang India sedang menari, dan di sebalah kiri seorang pria suku Cina sedang memberikan salam. Di sepanjang tembok gerbang juga ada sukiran patung mewakili suku di Indonesia.

Pintu gerbang masuk bangunan ini berupa miniatur rumah adat Karo. Pagarnya dihiasi dengan relief orang-orang yang mengenakan pakaian adat berbagai etnis di Indonesia. Menggambarkan bahwa tempat ini terbuka untuk siapa saja tanpa memandang suku dan ras.

Gereja Annai Velangkanni Pada Malam Hari
Bangunan berbentuk menara candi terdiri dari dua tingkat. Lantai dasar dijadikan aula (Aula Santa Anna), lantai pertama tempat beribadah dan balkon yang 14 jendelanya menceritakan jalan salib. Lalu di lantai dua, terdapat patung berdiri Annai Velangkanni dan putranya setinggi 2 meter yang dibawa langsung dari India, terdapat 20 jendela yang menceritakan peristiwa dalam hidup Yesus, dilengkapi gua Maria berlantai  tujuh tingkat menara dengan tiga kubah yang melambangkan surga tempat Allah Tri Tunggal bertahta.  Sementara, angka tujuh melambangkan kesempurnaan dan 7 langit. Dua jalan yang melingkar di bagian depan (kiri dan kanan) melambangkan malaikat Gabriel yang membawa kabar gembira bahwa Maria akan menjadi Ibu Tuhan. Jalan ini disimbolkan jalan mencari Tuhan menuju Emanual (tinggal di antara manusia) di lantai 2. Jalan ini juga melambangkan tangan Maria yang merangkul siapa saja yang ingin hidup abadi dalam nama Putera-Nya Yesus. Oleh sebab itu, di sekeliling jalan itu ditanami pohon Pisang sebagai lambang hidup abadi dan gereja dirangkul oleh ornamen rosario.
dan ini dimaksudkan sebagai bagian dari proses sebuah perziarahan. Jika anda mau berkenjung,

Graha Maria Annai Velangkanni tersebut merupakan Pusat Ziarah Keuskupan Agung Medan, suatu Situs Wisata Rohani yang terletak di kelurahan Tanjung Selamat (Asam Kumbang) di samping TAMAN SAKURA INDAH, Jl. Sakura III No 10 Tanjung Selamat, Medan
Graha Bunda Maria Annai Velangkanni ini dibuka setiap hari.

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Info : Rental Rudi Medan - Rental Mobil Medan , Phone : 08126323021 - 082277093636 / BB : 25DAAB36


Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan
Ada banyak tempat-tempat bersejarah di kota Medan, seperti pada postingan sebelumnya, saya telah membahas tentang Masjid Raya Al-Osmani, maka kali ini saya kembali membahas situs bersejarah berupa Kuil Hindu, dan konon kuil ini adalah Kuil Hindu Tertua di Kota Medan. Kuil Hindu ini bernama Kuil Shri Mariamman. Kuil ini dibangun pada tahun 1884 Masehi merupakan kuil tertua di Kota Medan yang berfungsi sebagai tempat peribadatan untuk memuja Dewi Mariamman. Kuil ini dibangun oleh seorang pemuda Tamil yang bernama Gurdhuara Sahib yang merupakan seorang pekerja di perusahaan perkebunan yang terdapat di Sumatera Utara.


Kuil Shri Mariamman Medan terletak di jalan Teuku Umar No.18. Kuil ini berada di kawasan Kampung Keling atau Kampung Madras yang merupakan kawasan di Kota Medan yang mayoritas penduduknya ber-etnis India Tamil yang memeluk agama hindu. Kuil ini bersebelahan dengan Salah satu pusat perbelanjaan di kota Medan yaitu SUN Plaza.


Sejarah dan Fungsi 
Hubungan masyarakat India dengan Sumatera Utara sudah terjalin sejak abad ke-3 Masehi. Etnis India membawa agama Hindu dan terakhir membawa agama Budha mereka biasa datang dari India ke Barus pada bulan November dan Desember. Transportasi perdangan di pegang oleh orang Cola. 

Pada tanggal 7-7-1863 mendaratlah para pedagang tembakau dari Jawa yaitu antara lain Kuypers dan Nienhuys. Mereka mendapatkan hak konsesi tanah dari Sultan Muhmud Deli untuk menanam tembakau deli yang berkualitas baik berbau harum sebagai pembalut cerutu. Akibat dari berkembangnya perkebunan besar, orang Cina, Jawa dan India datang sebagai buruh dan orang Minang Kabau dan Mandailing merantau untuk berdagang.

Buruh-buruh Tamil yang datang dari India sebagian besar dipekerjakan di perkebunan-perkebunan. kebanyakan dari mereka di perkerjakan sebagai pelaksana transportasi misalnya; menjadi penarik pedati ataupun kereta lembu. Orang India Tamil sebagian besar menganut agama Hindu, maka dari itu dengan semakin banyak etnis Tamil di Sumatera Timur maka mereka membutuhkan fasilitas tempat beribadah.

Untuk memenuhi kebutuhan beribadah di bagunlah kuil Shrimariaman pada tahun 1884 yang berletak di Kampung Madras. Kawasan ini awalnya di sebut dengan Kampung Keling, namun kemudian berganti nama menjadi Kampung Madras. Meskipun secara resmi telah berubah nama menjadi Kampung Madras namun secara umum masyarakat Medan tetap menyebut wilayah ini dengan nama Kampung Keling hingga kini. Menurut sejarah, mengapa disebut Kampung Keling dikarenakan didaerah ini di kenal sebagai komunitas orang India Tamil yang berkulit hitam. 

Kampung Madras yang terletak di persimpangan Jalan Teuku Umar dengan Jalan Zainul Arifin di pusat Kota Medan. Disekitar kuil tersebut terdapat pusat perbelanjaan SUN Plaza dan + 1 km dari pusat kota (Balai Kota). Masyaratak di sekitas daerah Kampung Madras tersbut kebanyakan keturunan Cina, Jawa, Karo dan Tamil.

Kuil yang diberi nama Shri Mariamman karena Shri Mariaman digambarkan sebagai Ibu atau Dewi pelindung. Kuil Shri Mariaman dibagun pada tahun 1884 oleh masyarakat Tamil yang tinggal di Medan dan di kepalai oleh Rangga Sami Naiher yang juga sebagai donatur untuk pembangunan Kuil ini. Kuil ini dikelilingi tembok, dengan kitinggian 2,5 meter.

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Dibagian depan pintu masuk ke Kuil terdapat Arca Tuwarasakti dan Relif ptung Dewa Siwa di atas amabang pintu masuk. Tuwarasakti digambarkan sebagai seorang wanita, karena merupakan penjaga dewi Shri Mariaman yang seorang wanita juga. Mempunyai wajah yang sangat cantik, bertangan empat yang membawa trisula, gada dan pasa serta sikap tangan memeberi peringatan.

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Dibagian depan dinding sebelah kanan terdapat patung yang mengambarkan pekawinan Sri Laxmi. Ptung yang di tengah adalah patung pendeta yang menikahkan, digambarkan memekai surban, berkumis tebal, tipologi dari orang tamil.

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Didepan dinding sebelah kiri terdapat patung pernikahan Shri Parvathi. petung Parvathi digambarkan bertangan dua dengan sikap tangan salah satunya, yang sebelah kiri menampung air.

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Dibagian dalam terdapat tig abuah bilik yang memfokuskan pemujaan. Didalam ruanagan tersebut terdapat patung-patung yang masing-masing adalah Shri Maha Visnu, Siva dan Brahmana. dari ketiga dewa tersebut merupakan fokus pemujana. Didalam kuil ini terdapat ornamen dan pewanaan yang menarik. Di dalam kuil juga banyak terdapat patung-patung yang menghiasi kuil dan menambah keindahan kuil Shri Mariamman

Dibagian dalam sebaelah kanan terdapat patung yang terdiri dari ;

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Patung Shri Murugan

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Patung Shri Maha Vishnu

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Patung Shri Murugan, Awwai

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Patung Narayanan

Dibagian sebelah kiri terdapat patung-patung yang terdiri dar ;

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan


Patung Shri Vinayagar

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan


Patung Brahman, Sivan, Vishnu

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan


Patung Agasthiyar, Vinayagar

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Patung Sivan, Parvathi, Nandi

Dibagina belakang kuil juga terdapt arca yaitu ;

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan
Patung Shri Krishnan
Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan

Patung Shri Raja Rajesvapi

Kuil Shri Mariamman Kuil Hindu Tertua di Medan


Patung Tahillai Nadarjar